Ingin Cetak Pemain Nasional dari Tengah Sawah
Widodo Cahyono Putro punyamisi mulia di sepak bola. Diaingin membagi ilmumenggocek bola melaluiakademi sepak bola miliknyayang didirikan di Gresik, Jawa
Timur. Seperti apa?
ALI MAHRUS, Jakarta
WIDODO Cahyono Putro mengakhiri karir sebagai pemain bola pada akhir musim kompetisi 2003/2004 bersama klub yang membesarkan namanya. Petrokimia Putra Gresik. Pada musim berikutnya, dia dipercaya menjadi pelatih kebanggaan klub yang sama.
Pria yang hobi berat memancing itu juga tcmyata punya bakat besar dalam melatih. Buktinya, dia langganan dipercaya menjadi bagian dari tim pelatihtimnas. Saat ini. dia tercatat sebagai asisten pelatih di timnas U-23 proyeksi SEA Games XXV1/2011.
Nah, Widodo tidak ingin ilmu yang dimilikinya tersebut hanya bermanfaat bagi diri sendiri. Dia ingin ilmunya juga diserap oleh bakat-bakat muda. Untuk itu. Widodo mendirikan sebuah akademi sepak bola. "Grand laun-ching-nya akan kami lakukan bulan depan," kata Widodo kepada INDOPOS di salah sam mal Jakarta.
Akademi sepak bola milik suami Ad-na Rohani Tucunan itu diberi nama Wahana Citra Pesepakbola (WCP). Singkatan akademi tersebut sama dengan kependekan nama Widodo Cahyono Putro, fiome base WCP berada di Desa Kembangan, Kecamatan Gresik. "Saat ini, sudah ada sekitar 90 siswa yang mendaftar. Usianya berkisar 14-17 tahun. Tahap awal pendaftaran masih kami buka sampai 30 April," lan-jutnya.
Widodo tidak mau menggarap proyek tersebut dengan asal-asalan. Untuk menunjang terciptanya pemain dengan skill mumpuni, Widodo menyiapkanlapangan berstandar nasional.
Lapangan sepak bola itu berada di tengah sawah. Menurut Widodo, kondisi lapangan yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian akan menjaga fokus setiap
.iii.ik didik saat berlatih.
"Tiga bulan terakhir, kami masih sibuk mengurusi lapangan yang terletak di tengah sawah itu. Rumput dan tanah lapangan kami ambil dari Malang. Kami sengaja membangun lapangan di tengah sawah dan jauh dari kehidupan masyarakat sekitar agar menjaga konsentrasi anak-anak saat berlatih," bebernya.
Menurut Widodo, di Gresik bertebaran pesepak bola bertalenta tinggi. Karena keterbatasan SSB atau Akademi Sepak Bola, mereka yang berminai mengembangkan bakat sepak bola harus berguru ke Surabaya. "Saya berharap dari lapangan tengah sawah ini, akan lahir pemain nasional," katanya.
Dalam mendidik para siswa, Widodo dibantu sederet pelatih berkualitas. Di antaranya, eks pemain Primavera Sul-khan (lisensi B nasional). Sasi Kirono (mantan pemain dan pelatih Gresik United/lisensi B nasional), dan Nugro-ho Bramantiko (lisensi pelatih kiper nasional). Selain itu, ada sederet pelatih tamu yang bersedia membantu berbagi ilmu. Di antaranya, Edy Harto, Fachri Husaini, Jacksen F. Tiago. Rudy Kel-tjes, dan Wolfgang Pikal.
Ke depan, untuk mengembangkan kurikulum di akdeminya, Widodo sudah melakukan pembicaraan dengan SSI (Soccer School International) Arsenal milik Iman Arif yang saat ini menjabat deputi bidang teknik Badan Tim Nasional (BTN). "Kurikulum yang akan kami terapkan nanti seperti diterapkan di klub-klub." jelas Widodo.
Latihan di WCP terbagi dalam beberapa kelompok umur (KU). Pertama adalah KU 14-15 tahun. Mereka berlatih pada Senin. Rabu, dan Jumat serta sekali materi dalam kelas. Kemudian, KU 16-17 yang berlatih pada Selasa, Kamis, dan Sabtu serta sekali materi dalam kelas. (*/c6/aww)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar